BERITA NAKERTRANS

02 Jul 2010, 07:07:57

500 Perusahaan Khawatirkan PHK ( Soal Kenaikan TDL )

UNGARAN - ’’Kalau menurut saya, perlu adanya win-win solution dengan PLN apakah tetap menaikkan tarif dasar listrik (TDL) tapi tarif multiguna dihapus. Dampak yang jelas, dengan adanya penambahan cost tidak serta merta menambah harga jual,’’ harap Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Agung Wahono kepada wartawan, Kamis (1/7).

Menurut dia, bila perusahaan mengurangi mesin, otomatis operatornya tidak bekerja. Dampak paling akhir adalah PHK. Dikatakan, kenaikan TDL yang direncanakan 10 persen mulai awal Juli ini mengancam terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Di Jateng setidaknya ada 500 perusahaan yang akan terkena imbasnya. Setiap perusahaan rata-rata memiliki karyawan berjumlah ribuan.
’’Mayoritas perusahaan belum bisa bangkit dari keterpurukan akibat krisis global yang terjadi awal 2009,’’ imbuh Agung.

PHK massal, lanjut dia, bisa terjadi apabila siasat untuk menekan pengiritan pengunaan energi listrik dengan cara efisiensi pemakaian dan rekayasa teknologi tidak dapat dilakukan perusahaan.
Dijelaskan, perusahaan yang paling tinggi penggunaan energi listrik adalah perusahaan yang bergerak dalam industri tekstil, garmen, dan es batu.

Tentang Kebijakan

’’Kami tetap menentang kebijakan kenaikan TDL karena energi listrik adalah komponen terbesar setelah bahan baku,’’ tegas Agung.

Dimungkinkan, kenaikan TDL diikuti pula naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan ASEAN-China Free Trade Agreemement masih membuat sejumlah perusahaan melakukan recovery.
’’Sangat disesalkan, pemerintah ngotot menaikkan TDL. Dampaknya sangat besar, seperti investasi yang terancam. Multiplayer effectnya adalah daya saing produksi dengan perusahaan luar negeri,’’ tuturnya.

PLN sendiri dinilai masih belum transparan dalam hal biaya produksi. Setyo Adi, staf Corporate Affair PT Apac Inti Corpora, menambahkan, perusahaan ini menggunakan energi listrik mencapai 40 Mega Volt dan per bulannya harus membayar  hingga Rp 12 miliar lebih atau 25 persen dari total cost produksi. ’’Hal ini tentu akan sangat memberatkan pengusaha. Ibaratnya jika kini perusahaan sedang bangkit akibat krisis global, tertimpa tangga TDL,’’ urainya. (H14-14)...

Kembali



 

Publikasi


Link Terkait

Go >> Bursa Kerja Online Jawa Tengah


:: Buletin Integrasi ::


Layanan Publik

  • Bursa Kerja Online - Jateng
    • IKA BKO
    • RONJI
    • EKO ANOENG
    • EDY SUSILO
  • syaker
    • UMI SYAKER
    • SUGENG
  • TKI
    • AGUS SUGIARTO
    • ADMIN DISNAKER
  • Magang
    • ADMIN DISNAKER
  • Administrator
    • Admin
    • PETUGAS DISNAKER
    • HARI